So what if I'm still sobbing in the darkness?
I've managed to be cheerful all day. I laughed and I filled the void by eating and laughing. Perhaps because I'm currently in the unallowed to pray period I am getting too weak. Please do not judge, I am trying my best to block this sorrow from destroying me.... But perhaps these tears have been my best friend they always come whenever my heart aches.
Thursday, November 9, 2017
Stalkers
There are, sadly, a few guys that I know who were kind of obsessed with me. At least there were two (or three!!!) whose existences had become an extreme annoyance to me, so much to the point I even wished they were vanished from this earth. No, not that extreme, just please please please stay away from me.
I am not talking about the guys from my past that had confessed to me, all in polite and acceptable ways. Acceptable, okay..... I respect them all. You need courage to confess, so I appreciated it. Also, because I always agree that everyone is entitled to like just anybody: feelings are not something you can control easily, anyway. But if you are too dumb to keep liking someone and start doing dumb things like clearly stalking her/him when she/he has already made it so clear that you are not their cup of tea and will not ever be, even until the doomsday comes.... Then sorry, you are one helpless asshole. There are tons of girls out there who may be at the same level as you, and yes I am talking about your level of stupidity. Go chase them. Go stalk them. Stop being obsessed with me. You need to have at least... brain... to get my attention....
I am not being cocky. Those who know me... know me. I am completely aware that I'm no beauty and all, but fact is, there were quite a lot of guys who were into me. Let's admit that liking someone does not always require Yoona's level of beauty or a body like Sistar's members. Liking someone is all about getting the chemistry with the other party. And beauty is in the eye of the beholder. So I am saying that... well, when you like someone, you just like them. (So I'm not saying I am thaaat good that people confessed to me.) For me, you need to at least know how to make a good conversation with me, not like an intelligent conversation since I'm basically a simpleminded one, but just... be in the same level of intelligence as me. And sorry for being rude but the two guys I mentioned earlier were all very very very dumb I feel sorry for their parents.. And when my low self esteem comes, it is my own self that I blame, "what's wrong in me that people like them happen to like me...". So please... stop. Just stop stalking me. Are you even that idiot..... I am no celebrity, not a daughter of the president, I am nobody. Stop being obsessed with me, let me have a peaceful mind. I am already having a very hard time dealing with my sorrow, parting with a guy I love and getting hurt by the previous guy who happened to have betrayed me unintentionally. Let me at least have the freedom to express myself at least on my soc med, do not idiotically save my pics and videos out of your stupidity.....
If I set my soc med public, that is because I basically am an open person. I was always taught that women shall never show their beauties to public that it can attract men's desire. And that was why I did not ever show my face back when I first made Friendster account (yeaaa I am that old hahaha). Because, in spite of the inferior feeling that I was ugly, they made me believe that a good muslimah will not do let her face to be enjoyed by all men out there. But now I am not the same me as I was over 10 years ago.... Face is not aurat, I can show it to the world, and if anyone gets something in their mind only by looking at it, then that is completely your business. Not mine. I still cover! Of course it's not easy to completely remove the doctrine I had always been taught for years, and also since I tend to overthink.... But I am not the same Sarah as when I was at middle-high school. I have full rights over my soc med; I can make friends with strangers, they can start conversations with me if we meet by the same hashtags, vice versa. But you know what, dumb people will still be dumb no matter what. Never came to my naive mind before that the dumb guys from the past would still be stalking me... an idiot apparently will still be one no matter what. That is, sadly, one unfortunate fact.
Wednesday, November 8, 2017
Tonight
Tonight, I guess I'll be crying to sleep.
Because my heart is aching too much from missing you. Literally every day. And it gets worse at night. It's like going to explode. Tonight.
Because my heart is aching too much from missing you. Literally every day. And it gets worse at night. It's like going to explode. Tonight.
Monday, November 6, 2017
Kemana Nasib Membawa
Aku habis nulis surat pengunduran diri dalam dua bahasa. Tertanggal nanti ketika kurasa timingnya bakalan lebih pas. Sedih nggak? Banget. Lima tahun aku di sini, semua orang baik sama aku, dan aku sudah dekat sama "petinggi-petinggi". Jujur dari awal masuk, para manager sudah baik sama aku. Mungkin karena aku masuk dengan embel-embel "lulusan UI"? Dan selain itu juga karena (aku pernah dikasih tahu) mereka butuh aku.
Apapun alasannya, aku nggak peduli. Orang baik sama aku, aku akan 100x lebih baik ke mereka. Orang jahat sama aku, nggak aku jahatin balik, cuma aku doakan saja yang jahat-jahat. Lah? Hahaha. Balik ke kesedihan resign.... Ini adalah keputusan yang amat sangat berat. Dulu, satu tahun pertama di sini, waktu aku diambang kejelasan akan statusku yang dari kontrak apakah akan diangkat kartap, aku sudah siap-siap cabut. Itu pun aku sorenya sempat sedikit nangis di depan Bu Tari karena membayangkan bangun pagi keesokan harinya aku nggak akan ke TDI, perusahaan ini. Aku lamar di Carrefour Lebak Bulus dan kemungkinan besar diterima. Ternyata kemudian aku diangkat kartap di TDI. Sekarang... aku berandai, andai kondisinya sebaik itu. Aku resign lalu lanjut di sana, betapa idealnya.
Aku mulai lagi cari-cari beasiswa. Sambil lihat-lihat lowker juga. Sejujurnya aku ingin sekali meninggalkan Indonesia dan berkutat dengan dunia baru di luar sana. Selama masih di Indonesia, rasanya agak berat kerja di tempat yang jauh nantinya, andai diterima di suatu perusahaan katakanlah di Jakarta. Karena sudah terbiasa dimudahkan dengan jarak kerja dari rumah yang begitu dekat. Lalu di lingkungan baru, harus beradaptasi lagi... dari nol lagi. Kenapa aku jadi kesulitan sendiri kayak gini sih? Tapi masalah hati nih ya kalo udah kena di aku, bakalan panjang bener deh urusannya....
Yang aku sedihkan... selain tempat kerja ini dekat sekali dari rumah. Aku sudah kenal baik semua orang di sini. Yang tadi kubilang, semua baik sama aku juga. Kerjanya juga nggak berat. Bahkan sering aku dikirim ke Cina. Bahkan ada sedikit kemungkinan di masa depan aku bisa ditugaskan di luar Indonesia. Aku selalu senang sama idea penempatan luar Indo, lho. Selalu suka dunia baru. Memang sih aku sering demotivasi selama lima tahun di sini, tapi sebenarnya sekarang aku lagi di masa-masa keemasan. Eh gimana? Yah, ada beberapa rencana ke depan perusahaan ini yang aku sebenarnya pengen terus ada di situ saat satu per satu plan itu dijalankan gitu deh. Bossku juga baik... Intinya sih berat banget karena memang udah di comfort zone bangetlah.
Yang aku sedihkan... sigh. Aku dari awal pembagian seragam, selalu minta bahan. Bahan itu nggak aku jahit, karena selain malas, aku selalu berniat mau jahit bahan itu jadi seragam hamil. Aku suka membayangkan aku melewati fase mengandung di sini, seperti yang lainnya. Ambil cuti nikah, cuti hamil, kayak yang lainlah. Bahkan pak boss aku aja udah janji mau datang ke nikahanku, tanpa aku minta dia janji. Dia nggak pernah datang ke pernikahan staff lainnya, jadi aku merasa terharu. Aku anaknya emang feeling banget, gampang terharu haha.
Yang aku sedihkan... aku belum tahu kemana nasib akan membawaku selepasnya nanti aku dari TDI. Aku nggak ikut test CPNS kemarin, karena sejujurnya aku nggak jiwa PNS banget. Walaupun juga karena malas siapin dokumen-dokumen untuk test administrasinya, sih. Yang jelas sekarang kayaknya aku harus serius persiapin itu semua, deh. Untuk persiapan aja. Aku mesti ke kampus untuk legalisir ijazah. Lalu ikut TOEFL. Aku masih lumayan PD dengan kemampuan bahasa asingku sih, tetapi tetap di saat yang sama aku minder juga. Aku tuh cenderung devalue my own self.... Teman-teman bilang aku pintar tapi aku ini selalu realistis: aku nggak sepintar itu.
Masih bangun tiap pagi dengan perasaan hampa, dan tadi pagi saat nyetir pun aku bercucuran air mata. Rasanya kehampaan di hatiku ini makin menjadi-jadi kalau pas lagi dapet gini. Semua perasaan campur baur jadi satu, dari kangen dia, sampe kekhawatiran akan masa depan. Kebimbangan untuk terus di sini atau resign. Setelah resign mau kayak gimana hidupku. Bahkan kemarin aku masih konflik dengan mama karena mungkin aku PMS jadi sensi abis, Dua-tiga hari lalu benar-benar aku down parah. Sampe kemarin ini aku baking tiga kue dalam sehari. Aku belanja online baju-baju jam 1 dini hari. Bahkan tadi malam aku ditensi darah cuma 82/53, itu ternyata udah masuk hipotensi. Untungnya tadi cek di kantor udah normal, 110/70. Aku memang biasa normal cenderung rendah, makanya semalam bisa di bawah 90/60 (dan dipastikan alat nggak rusak) itu akupun kaget.
Sekarang nih ya aku masih merasa.. kayak lemes. Kayak ngantuk. Apa karena kebanyakan nangis? Tapi perutku buncit nih... Makan terus jadinya. Yakin ini mah paling nggak 2 kg ada naik. Huhuhu. Ini lagi di fase stress yang bikin nafsu makanku nggak terkontrol... makin sedih deh, hahaha. Disudahi dulu deh tulisan sampah ini, aku harus kembali kerja. Jangan meninggalkan kesan jelek saat nanti aku pergi....
Apapun alasannya, aku nggak peduli. Orang baik sama aku, aku akan 100x lebih baik ke mereka. Orang jahat sama aku, nggak aku jahatin balik, cuma aku doakan saja yang jahat-jahat. Lah? Hahaha. Balik ke kesedihan resign.... Ini adalah keputusan yang amat sangat berat. Dulu, satu tahun pertama di sini, waktu aku diambang kejelasan akan statusku yang dari kontrak apakah akan diangkat kartap, aku sudah siap-siap cabut. Itu pun aku sorenya sempat sedikit nangis di depan Bu Tari karena membayangkan bangun pagi keesokan harinya aku nggak akan ke TDI, perusahaan ini. Aku lamar di Carrefour Lebak Bulus dan kemungkinan besar diterima. Ternyata kemudian aku diangkat kartap di TDI. Sekarang... aku berandai, andai kondisinya sebaik itu. Aku resign lalu lanjut di sana, betapa idealnya.
Aku mulai lagi cari-cari beasiswa. Sambil lihat-lihat lowker juga. Sejujurnya aku ingin sekali meninggalkan Indonesia dan berkutat dengan dunia baru di luar sana. Selama masih di Indonesia, rasanya agak berat kerja di tempat yang jauh nantinya, andai diterima di suatu perusahaan katakanlah di Jakarta. Karena sudah terbiasa dimudahkan dengan jarak kerja dari rumah yang begitu dekat. Lalu di lingkungan baru, harus beradaptasi lagi... dari nol lagi. Kenapa aku jadi kesulitan sendiri kayak gini sih? Tapi masalah hati nih ya kalo udah kena di aku, bakalan panjang bener deh urusannya....
Yang aku sedihkan... selain tempat kerja ini dekat sekali dari rumah. Aku sudah kenal baik semua orang di sini. Yang tadi kubilang, semua baik sama aku juga. Kerjanya juga nggak berat. Bahkan sering aku dikirim ke Cina. Bahkan ada sedikit kemungkinan di masa depan aku bisa ditugaskan di luar Indonesia. Aku selalu senang sama idea penempatan luar Indo, lho. Selalu suka dunia baru. Memang sih aku sering demotivasi selama lima tahun di sini, tapi sebenarnya sekarang aku lagi di masa-masa keemasan. Eh gimana? Yah, ada beberapa rencana ke depan perusahaan ini yang aku sebenarnya pengen terus ada di situ saat satu per satu plan itu dijalankan gitu deh. Bossku juga baik... Intinya sih berat banget karena memang udah di comfort zone bangetlah.
Yang aku sedihkan... sigh. Aku dari awal pembagian seragam, selalu minta bahan. Bahan itu nggak aku jahit, karena selain malas, aku selalu berniat mau jahit bahan itu jadi seragam hamil. Aku suka membayangkan aku melewati fase mengandung di sini, seperti yang lainnya. Ambil cuti nikah, cuti hamil, kayak yang lainlah. Bahkan pak boss aku aja udah janji mau datang ke nikahanku, tanpa aku minta dia janji. Dia nggak pernah datang ke pernikahan staff lainnya, jadi aku merasa terharu. Aku anaknya emang feeling banget, gampang terharu haha.
Yang aku sedihkan... aku belum tahu kemana nasib akan membawaku selepasnya nanti aku dari TDI. Aku nggak ikut test CPNS kemarin, karena sejujurnya aku nggak jiwa PNS banget. Walaupun juga karena malas siapin dokumen-dokumen untuk test administrasinya, sih. Yang jelas sekarang kayaknya aku harus serius persiapin itu semua, deh. Untuk persiapan aja. Aku mesti ke kampus untuk legalisir ijazah. Lalu ikut TOEFL. Aku masih lumayan PD dengan kemampuan bahasa asingku sih, tetapi tetap di saat yang sama aku minder juga. Aku tuh cenderung devalue my own self.... Teman-teman bilang aku pintar tapi aku ini selalu realistis: aku nggak sepintar itu.
Masih bangun tiap pagi dengan perasaan hampa, dan tadi pagi saat nyetir pun aku bercucuran air mata. Rasanya kehampaan di hatiku ini makin menjadi-jadi kalau pas lagi dapet gini. Semua perasaan campur baur jadi satu, dari kangen dia, sampe kekhawatiran akan masa depan. Kebimbangan untuk terus di sini atau resign. Setelah resign mau kayak gimana hidupku. Bahkan kemarin aku masih konflik dengan mama karena mungkin aku PMS jadi sensi abis, Dua-tiga hari lalu benar-benar aku down parah. Sampe kemarin ini aku baking tiga kue dalam sehari. Aku belanja online baju-baju jam 1 dini hari. Bahkan tadi malam aku ditensi darah cuma 82/53, itu ternyata udah masuk hipotensi. Untungnya tadi cek di kantor udah normal, 110/70. Aku memang biasa normal cenderung rendah, makanya semalam bisa di bawah 90/60 (dan dipastikan alat nggak rusak) itu akupun kaget.
Sekarang nih ya aku masih merasa.. kayak lemes. Kayak ngantuk. Apa karena kebanyakan nangis? Tapi perutku buncit nih... Makan terus jadinya. Yakin ini mah paling nggak 2 kg ada naik. Huhuhu. Ini lagi di fase stress yang bikin nafsu makanku nggak terkontrol... makin sedih deh, hahaha. Disudahi dulu deh tulisan sampah ini, aku harus kembali kerja. Jangan meninggalkan kesan jelek saat nanti aku pergi....
Wednesday, November 1, 2017
Hei, November!
I'm starting over now today, the first day of my month.
I'm talking about my body, though. Not my love life :p
So I've been binge eating maybe for the last two weeks, and now I kinda feel like I've gained some kg back. I don't even dare to weigh myself on the scale... I mindlessly ate all the nasty foods everyday until last night maybe like over 2000 kcal if counted per day :(((
I don't feel comfortable now I feel like my tummy and thigh have gotten so bloated... and also my face. So I've decided I'll get back on the track and now my focus is to lose 4 kg by my birthday.
Wouldn't it feel so good to be comfortable in your own body and look nicer on your birthday? And that means I only have... around 2 weeks... for that 4 kg. Ugh... Hard, I know. But I'm still going to give it a try! If I could lose some in the past, I can lose some more now, can't I? ;) Fightinggg~~~~
I'm talking about my body, though. Not my love life :p
So I've been binge eating maybe for the last two weeks, and now I kinda feel like I've gained some kg back. I don't even dare to weigh myself on the scale... I mindlessly ate all the nasty foods everyday until last night maybe like over 2000 kcal if counted per day :(((
I don't feel comfortable now I feel like my tummy and thigh have gotten so bloated... and also my face. So I've decided I'll get back on the track and now my focus is to lose 4 kg by my birthday.
Wouldn't it feel so good to be comfortable in your own body and look nicer on your birthday? And that means I only have... around 2 weeks... for that 4 kg. Ugh... Hard, I know. But I'm still going to give it a try! If I could lose some in the past, I can lose some more now, can't I? ;) Fightinggg~~~~
Subscribe to:
Posts (Atom)


